SEJARAH
BERDIRINYA RABITHAH THALIBAN ACEH
Waktu
thaliban didirikan situasi politik Aceh sedang limbung
diterpa badai revolusi kemerdekaan. Seluruh kekuatan di Aceh
mengorganisasikan diri dalam rangka mempercepat revolusi
tersebut. Hasilnya, ratusan lembaga dilahirkan termasuk RTA
dalam rangka membangunkan generasi baru Aceh dari
ketertinggalan dalam isu-isu strategis menyambut situasi
mutkahir di Aceh. Memang RTA bukan bagian integratif dari
organ-organ pejuang kemerdekaan, tetapi lebih merupakan the
silence power in revolution yang ingin memantapkan pengaruh
kekuatan muda tradisional di lembah sosial politik. Tidak
heran pada Kongres Mahasiswa dan Pemuda Aceh Serantau (KOMPAS)
kedua di banda Aceh, RTA menolak ide pembubaran SIRA yang
diusulkan oleh kelompok mahasiswa kiri dan kelompok pro
Jakarta. RTA berani mengambil posisi penuh resiko ketika
situasi Aceh begitu kacau dan limbung.
Keterlibatan RTA dalam politik pada waktu itu tidak bisa
dihindari karena kondisi sosial politik menuntut adanya
kejelasan posisi di tengah bara revolusi yang panas. Mari
kita imajinasikan situasi saat itu, semua dalam bahaya dan
ketidakjelasan. Kekejaman militer dan aksi-aksi bersenjata
GAM menjadi fakta yang mengiringi keputusan dan
langkah-langkah RTA. Kekuatan kita justru terletak pada
keberanian untuk hadir di tengah badai itu dan RTA survive.
Situasi sekarang berbeda. Di sini mulai ada perdamaian dan
kebebasan. semua boleh bicara dengan bebas. Tapi dulu,
setiap kalimat yang diucapkan tetap memiliki resiko dicap
pro independen atau anti independen.
Kepemimpinan baru dari generasi muda RTA perlu hadir dalam
situasi damai ini. Kita bergerak ke depan tetap dengan
mengantongi masa lalu. Jadi, secara historis RTA harus
dipimpin oleh mereka yang mengetahui masa lalu, tetapi
bervisi ke masa depan. Mereka haruslah urueng dayah tulen
yang syukur-syukur punya gelar akademis, kalau tidak punya
juga tidak apa-apa.
Selain itu, kemana arah RTA akan di bawa?. Perlu dipikirkan
apakah kita kan terus berada di gerakan kultural atau sudah
mulai memikirkan strategi untuk membangu gerakan stuktural
sebagai mandala aktualisasi kader-kader RTA yang punya
talenta politik? Selamat memikirkan ini. mudah-mudahan Mubes
III RTA akan menghasilkan orientasi RTA yang lebih membumi
di tengah-tengah masyarakat dayah yang sedang terluka oleh
politik dan tercabik-cabik secara sosial. |